Rimbawan7

Welcome to my site, enjoy your stay!

header photo

Waspadalah Penipuan Seleksi Sekolah Kedinasan

March 24, 2017

Rimbawan7.bravesites.com, Waspadalah penipuan seleksi sekolah kedinasan. Hey sobat rimbawan. Meskipun dikatakan blog gratisan akan tetapi artikelnya tidak gratisan dong. Yap kali ini menargetkan kepada diri saya untuk bisa berbagi seputar pendidikan khususnya sekolah kedinasan. Momen yang sangat penting ini penting sekali saya bagikan disini. Sekali dalam setahun. Tidak hanya itu, orang-orang yang ingin masuk ke perguruan tinggi ini sangat susah sekali. Hanya pintar, giat atau tekun belajar dan satu lagi rajin beribadah. Itu menjadi sebagian kunci untuk masuk ke perguruan kedinasan.

Okelah sudah cukup sampai disitu.

Waspadalah Penipuan Seleksi Sekolah Kedinasan

Yang namanya penipuan memang ada dimana-mana. Salah satunya di Perguruan Tinggi khususnya ini marak pada awal penyeleksian seperti pendaftaran atau penerimaan. Kali ini dipertegaskan blog gratisan rimbawan ini harus berhati-hati yah teman-teman. Waspadalah jika ada memberikan jaminan murahan bisa masuk ke perguruan tinggi manapun itu. Swasta, Negeri atau Sekolah Ikatan Dinas itu. KemenPAN-RB sebagai selaku koordinator panitia Seleksi Nasional atau Panselnas memberikan himbauan kepada seluruh masyarat yang ingin mendaftar ke perguruan tinggi kedinasan haruslah waspada terhadap aksi penipuan. Banyak penipuan dalam seleksi sekolah kedinasan diluar sana yang ingin memanfaatkan momentum sekali dalam setahun ini. Dalam penerimaan calon siswa Kementrian atau lembaga yang mempunyai lembaga pendidikan kedinasan. Hal inilah yang bisa dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dalam proses penyeleksian sekolah kedinasan ini.

Dalam penerimaan calon siswa-siswi untuk masuk ke sekolah kedinasan tahun ini 2017 telah diumumkan pada tanggal 3 Maret 2017 lalu yaitu pengumuman No: 132/S/SM.01.00/2017 tentang Penerimaan Calon Siswa-siswi, Taruna-Taruni pada masing-masing lembaga di Kementrian yang memiliki lembaga kedinasan ditahun 2017. Inipun langsung ditandangani oleh Sekretaris Kementerian PANRB. Untuk proses pendaftaran telah dimulai 9 Maret sampai penutupan proses penyeleksian sekolah kedinasan 31 Maret 2017.

Tandas oleh Deputi Bidang SDM PANRB pada kamis (9/2/2017), tidak ada satupun yang bisa menentukan ataupun membantu kelulusan ini. Hanya dengan membayar kewajiban dan menyediakan berupa uang dalam jumlah tertentu. Oleh sebab itu, jangan percaya pada calo.

Untuk itulah, masyarakat diminta jangan percaya kepada siapun yang bisa menjanjikan dalam meluluskan pendaftar yang ikut dalam proses penyeleksian perguruan tinggi ini. Meskipun itu syaratnya berupa sejumlah uang dengan mengeluarkan biaya. Secara resmi, dalam proses penyeleksian atau ingin masuk ke sekolah kedinasan tidaklah menerima atau memungut biaya. Hal inipula telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Panselnal, Pemerintah hanya memungut biaya sebanyak Rp.50.000,- rupiah biaya seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yaitu dengan menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT). Sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) No. 63/2016 yaitu mengenai Jenis serta Tarif atas PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang telah berlaku di Badan Kepegawaian Negara.

Ada beberapa Sekolah Kedinasan yang memerlukan biaya pendaftaran selain biaya tes SKD. Diantaranya, PKN STAN (Kemenkeu), STMKG (Badan Meteorologi Gefisika), STTD (Kemenhub) dan STIS (Badan Pemeriksa Statistik). Sedangkan peraturan biaya pendaftaran lainnya akan diberikan ke masing-masing Kementerian/lembaga.

Ayo tunggu apalagi? Jika Anda memiliki kemampuan dan berkompeten, silakan mendaftar. Jangan takut lagi soal penipuan ataupun para calo-calo. Dengan adanya artikel ini bisa sedikit menghindari jika ada hal yang tidak diinginkan. Selain ini pula jangan takut bertanya atau melapor ke pihak panitia seleksi ini. Jika ada yang berbau biaya yang sangat banyak. Pantaslah Anda curigai.

Oke yah, sampai disini dulu tulisan saya. Yah, kalimat terakhir tulisan semoga membantu dan bersemangat menjalani seleksi sekolah kedinasan. Semangat.

Go Back

Comment